PERPISAHAN KKN UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
Atas nama Pemerintah Desa Babakan dan seluruh masyarakat Desa Babakan, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh mahasiswa KKN UIN Sunan Gunung Djati Bandung atas dedikasi, kreativitas, semangat, serta berbagai program yang telah dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan Kepala Desa Babakan :
Kami atas nama Pemerintah Desa Babakan menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa KKN UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kehadiran adik-adik mahasiswa telah memberikan warna, semangat, dan manfaat bagi Desa Babakan. Semoga segala ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama KKN menjadi bekal berharga untuk masa depan. Jangan lupakan Desa Babakan, karena pernah ada cerita dan kebersamaan yang indah di sini.
Selamat melanjutkan perjuangan dan meraih cita-cita. Semoga langkah kalian selalu dimudahkan, ilmu yang diperoleh menjadi berkah, dan pengabdian yang telah dilakukan menjadi amal kebaikan.
Sampai jumpa di lain kesempatan.
Desa Babakan akan selalu menjadi bagian dari cerita perjalanan kalian.
Dalam sambutannya Bakir L Manapa Menyampaikan Bahwa:
Kehadiran kami di desa ini, dalam sekian waktu yang lalu, adalah sebuah coretan kecil yang digambar oleh takdir. Kita tidak saling mengenal sebelumnya, namun semesta mempertemukan kita untuk sebuah tujuan: untuk saling memberi arti pada keberadaan kita.
Warga desa memberikan kami ruang untuk tumbuh, mengajarkan kami arti ketulusan murni yang tidak pernah tertulis di dalam buku-buku kuliah. Sementara kami datang membawa lentera kecil, mencoba menyalakan harapan-harapan baru melalui gagasan yang kami bawa.Kini, waktu telah menyelesaikan tugasnya sebagai penguji.
Jarum jam bergerak tanpa kompromi, mengantarkan kita pada sebuah titik bernama perpisahan.
Secara fisik, langkah kaki kami memang harus berjalan mundur, kembali ke tempat asal kami. Namun secara hakikat, tidak ada yang benar-benar pergi.Sebab, perpisahan yang sejati itu tidak pernah ada. Kita hanya sedang mengembalikan raga ke tempat asalnya, namun meninggalkan jiwa dan ingatan untuk tetap menetap di sini.
Setiap tawa yang pernah pecah di balai desa, setiap peluh yang jatuh di tanah ini, dan setiap jabat tangan yang hangat, telah menjadi jejak abadi yang tidak akan mampu dihapus oleh waktu.Kami pamit, bukan untuk melupakan. Kami pulang, justru untuk membawa sebagian dari jiwa desa ini ke dalam langkah masa depan kami. Terima kasih telah menjadi bagian paling indah dari perjalanan hidup kami.
Komentar (0)